Friday, July 6, 2012

Peran Ulama, Perdagangan, Pendidikan dan Perkawinan dalam Proses Penyebaran Agama Islam di Indonesia

A. Peran Ulama dalam Penyebaran Agama Islam
Tokoh ulama yang besar perannya dalam penyebaran agama islam di Nusantara terutama kelompok Walisongo yang memusatkan kegiatannya di Demak.

Walisongo terdiri dari:

1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
Sunan Gresik disebut juga "Maulana Maghribi". Dikalangan rakyat kecil beliau terkenal sebagai ulama yang berbudi luhur dan sangat dermawan. Beliau berperan menyebarkan Islam di Gresik dan sekitarnya.

2. Sunan Ampel (Raden Rahmad)
Dalam berdakwah beliau berusaha membimbing rakyat agar menjalankan ajaran Islam dengan menghilangkan kebiasaan masyarakat yang bukan ajaran Islam. Beliau salah seorang yang berjasa mendirikan Masjid Demak dan Kerajaan Demak.

3. Sunan Bonang (Raden Maulana Makdum Ibrahim)
Beliau berperan menyebarkan agama Islam didaerah Tuban dan Lasem. Dalam berdakwah beliau menggunakan media gamelan yang disebut bonang, sehingga beliau dipanggil Sunan Bonang.

4. Sunan Giri (Raden Paku)
Dalam Penyebaran Islam beliau mendirikan pondok pesantren. Muridnya berasal dari berbagai penjuru tanah air, misalnya dari Ternate, Tidore, Pulau Bawean, Madura dsb.

5. Sunan Drajat (Raden Qosim)
Beliau terkenal sebagai ulama yang besar jiwa sosialnya. Gamelam merupakan media dakwah yang digunakan. Beliau berperan menyebarkan Islam didaerah Drajat, sekitar Lamongan.

6. Sunan Kalijaga (Raden Mas Sahid)
Beliau terkenal sebagai ulama yang berjiwa besar, pandai bergaul disemua lapisan masyarakat. Wayang kulit adalah media syiar Islam yang beliau gunakan. Disamping sebagai seorang mubaligh, beliau juga ahli filsafat, budayawan dan kesenian. Sunan Kalijaga berperan menyebarkan Islam didaerah sekitar Demak.

7. Sunan Kudus (Ja'far Shodiq)
Beliau berperan menyebarkan Islam didaerah Kudus. Beliau seorang wali yang menguasai ilmu agama Islam, seperti tauhid, fiqih dan Hadist. Menara Kudus adalah peninggalan beliau yang sangat terkenal.

8. Sunan Muria (Raden Umar Said)
Sunan Muria putra Sunan Kalijaga berperan menyebarkan Islam didaerah Colo lereng Gunung Muria. Beliau suka bergaul dengan rakyat jelata sambil berdakwah.

9. Sunan Gunungjati (Syarif Hidayatullah)
Beliau berperan menyebarkan Islam di Banten dan Cirebon. Disamping sebagai ulama beliau juga penglima perang, dan sebagai raja.

Adapun peranan wali secara garis besar adalah:

  1. Dibidang agama sebagai penyebar agama Islam, baik melalui dakwah, mendirikan pondok pesantren maupun melalui media seni.
  2. Di bidang politik, sebagai pendukung kerajaan-kerajaan Islam meupun sebagai penasehat raja-raja Islam, atau sebagai raja.
  3. Dibidang seni budaya, berperan sebagai pengembang kebudayaan setempat yang disesuikan dengan budaya Islam baik melalui akulturasi maupun asimilasi kebudayaan.
B. Peranan Perdagangan dalam Proses Penyebaran Islam

Islam masuk ke Indonesia dibawa pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia. Adapun kota pelabuhan dagang yang berperan besar dibidang penyebaran agama Islam diabad ke-16 adalah Malaka. Saat para pedagang muslim menunggu perubahannya arah angin untuk menuju tempat tertentu dalam berlayar, mereka memanfaatkan waktu luangnya untuk menyebarkan Islam kepada para pedagang dari daerah lain, termasuk pedagang Indonesia.

Jatuhnya Malaka ketangan Portugis 1511, semakin mendorong perkembangan Islam di Nusantara, sebab Portugis menerapkan perdagangan monopoli, yang menyebabkan pedagang Islam memindahkan kegiatannya. Diantaranya ke Aceh, Banten, Banjarmasin, Goa dll. Dari pusat-pusat perdagangan yang ada ditepi pantai, agama Islam kemudian tersebar kedaerah-daerah pedalaman.

C. Peranan Perkawinan dalam Proses Penyebaran Islam
Perkawinan juga memegang penting dalam penyebaran agama Islam. Banyak pedagang Arab, Persia dan Gujarat menikah dengan wanita Indonesia, terutama putri bangsawan atau raja. Misalnya Syeh Maulana Ishak menikahi Dewi Sekardadu, putri raja Blambangan yang menurunkan Sunan Giri. Sunan Ampel menikahi Nyai Ageng Manila, putri Tumenggung Majapahit yang berkuasa di Tuban, menurunkan Sunan Bonang dan Sunan Drajat, dsb. Dengan cara ini, banyak yang ikut memeluk Islam.

D. Peranan Pendidikan dalam Proses Penyebaran Islam
Proses penyebaran agama Islam melalui pendidikan berupa pendidikan di pondok-pondok pesantren. Para santri yang telah lulus merupakan ujung tombak penyebaran Islam didaerahnya masing-masing.
Pondok Pesantren tersebut misalnya:

  1. Pondok Pesantren yang didirikan Sunan Gresik di Gresik Jawa Timur.
  2. Pondok Pesantren yang didirikan Sunan Ampel di Ampeldenta Surabaya.
  3. Pondok Pesantren yang didirikan Sunan Giri di Giri Kedaton Gresik.

Thursday, July 5, 2012

Pengertian Antara Ekonomi Makro dan Mikro


Ilmu ekonomi tidak diciptakan secara mendadak tetapi ilmu ini berkembang melalui suatu proses yang panjang. Ilmu ekonomi dianggap sebagai satu disiplin baru mulai tahun 1776, yaitu sejak ditulis sebuah buku oleh seorang ahli ilmu ekonomi yaitu Adam Smith. Buku tersebut berjudul "An Inquiry into The Nature and Cause of The Wealth of Nations". Tahun tersebut sering dianggap sebagai tahun kelahiran ilmu ekonomi dan Adam Smith sebagai bapak ilmu ekonomi.

Gagasan Adam Smith tersebut menjadi dasar perkembangan bagi ahli ekonomi. Berikutnya yaitu Thomas Malthus, David Ricardo dan John Stuart Mill. Ahli-ahli ekonomi yang disebut belakangan ini dikelompokkan sebagai ahli ekonomi klasik. Tradisi klasik ini seterusnya dikembangkan oleh Mazkab Austria dan diteruskan oleh Leon Walras Alfred Marshall. Tradisi klasik ini menelorkan perkembangan bagian teori ekonomi yang dikenal sebagai teori ekonomi mikro.

Depresi ekonomi yang terjadi pada tahun 1930 melahirkan ahli ekonomi baru yaitu John Mayhard Keynes dengan bukunya yang sangat dikenal yaitu General Theory of Employment, Interst and Money yang menjadi dasar bagi perkembangan teori ekonomi makro.

Teori ekonomi secara umum dikembangkan kedua arah, yaitu menuju keanalisis makro dan analisis mikro. Analisis makro membahas perilaku negara, masyarakat atau kelompok masyarakat. Variabel yang dibahas antara lain adalah pendapatan Nasional, kesempatan kerja, pengangguran, inflasi, anggaran pemerintah dan sebagainya. Sedangkan analisis mikro membahas tentang perilaku agar ekonomi kecil yaitu konsumen secara individual atau sebuah perusahaan.

Karena perbedaan masalah pokok yang dibicarakan maka sekilas teori ekonomi makro dan teori ekonomi mikro nampak merupakan dua bagian yang terpisah. Bagian makro kemudian diberi istilah teori pendapatan masyarakat sedangkan bagian mikro dinamai teori harga. Tetapi pada hakikatnya kedua teori saling berkaitan erat satu sama lainnya. Teori konsumsi masyarakat yang dibahas pada teori makro misalnya merupakan agregasi dari perilaku konsumen secara individual yang diulas dalam teori mikro. Sedangkan sistem perpajakan masyarakat yang dibahas oleh teori  makro maka sangat memperngaruhi pengambilan keputusan. Mengenai harga dan kualitas barang  yang diproduksi oleh perusahaan, sebaliknya proses penentuan harga input yang merupakan bagian yang penting merupakan dasar untuk pembagian pendapatan Nasional.

Teori ekonomi makro sudah berkembang menjadi cabang teori ekonomi yang berbeda, tetapi sebenarnya keduanya tidak dapat dipisahkan dan masih terikat dalam teori ekonomi.

5 Kota Tertua yang ada di Indonesia

5. Kota Medan 1 juli 1590
Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.

4. Semarang 2 Mei 1547
Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang merupakan kota yang dipimpin oleh wali kota Drs. H. Soemarmo HS, MSi dan wakil wali kota Hendrar Prihadi, SE, MM. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 624 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara). Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.

3. Jakarta 22 Juni 1527
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).

Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 9.607.787 jiwa (2010). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.

2. Magelang 11 April 907 M


Kota Magelang adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Kota ini terletak di tengah-tengah kabupaten Magelang. Karena memang dulunya Kota Magelang adalah ibukota dari Kabupaten Magelang sebelum mendapat kebijakan untuk mengurus rumah tangga sendiri sebagai sebuah kota baru. Kota Magelang memiliki posisi yang strategis, karena berada di jalur utama Semarang-Yogyakarta. Kota Magelang berada di 15 km sebelah Utara Kota Mungkid, 75 km sebelah selatan Semarang, dan 43 km sebelah utara Yogyakarta. Kota Magelang terdiri atas 3 kecamatan, yakni Magelang Utara, Magelang Selatan dan Magelang Tengah , yang dibagi lagi sejumlah kelurahan.
Hari Jadi Kota Magelang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 6 Tahun 1989, bahwa tanggal 11 April 907 Masehi merupakan hari jadi. Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari seminar dan diskusi yang dilaksanakan oleh Panitia Peneliti Hari Jadi Kota Magelang bekerjasama dengan Universitas Tidar Magelang dengan dibantu pakar sejarah dan arkeologi Universitas Gajah Mada, Drs.MM. Soekarto Kartoatmodjo, dengan dilengkapi berbagai penelitian di Museum Nasional maupun Museum Radya Pustaka-Surakarta. Kota Magelang mengawali sejarahnya sebagai desa perdikan Mantyasih, yang saat ini dikenal dengan Kampung Meteseh di Kelurahan Magelang. Mantyasih sendiri memiliki arti beriman dalam Cinta Kasih. Di kampung Meteseh saat ini terdapat sebuah lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan Sima atau Perdikan.

Untuk menelusuri kembali sejarah Kota Magelang, sumber prasasti yang digunakan adalah Prasasti POH, Prasasti GILIKAN dan Prasasti MANTYASIH. Ketiganya merupakan parsasti yang ditulis di atas lempengan tembaga.

Parsasti POH dan Mantyasih ditulis zaman Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M), dalam prasasti ini disebut-sebut adanya Desa Mantyasih dan nama Desa Glangglang. Mantyasih inilah yang kemudian berubah menjadi Meteseh, sedangkan Glangglang berubah menjadi Magelang.

Dalam Prasasti Mantyasih berisi antara lain, penyebutan nama Raja Rake Watukura Dyah Balitung, serta penyebutan angka 829 Çaka bulan Çaitra tanggal 11 Paro-Gelap Paringkelan Tungle, Pasaran Umanis hari Senais Sçara atau Sabtu, dengan kata lain Hari Sabtu Legi tanggal 11 April 907. Dalam Prasasti ini disebut pula Desa Mantyasih yang ditetapkan oleh Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung sebagai Desa Perdikan atau daerah bebas pajak yang dipimpin oleh pejabat patih. Juga disebut-sebut Gunung SUSUNDARA dan WUKIR SUMBING yang kini dikenal dengan Gunung SINDORO dan Gunung SUMBING.

Begitulah Magelang, yang kemudian berkembang menjadi kota selanjutnya menjadi Ibukota Karesidenan Kedu dan juga pernah menjadi Ibukota Kabupaten Magelang. Setelah masa kemerdekaan kota ini menjadi kotapraja dan kemudian kotamadya dan di era reformasi, sejalan dengan pemberian otonomi seluas - luasnya kepada daerah, sebutan kotamadya ditiadakan dan diganti menjadi kota.

Ketika Inggris menguasai Magelang pada abad ke 18, dijadikanlah kota ini sebagai pusat pemerintahan setingkat Kabupaten dan diangkatlah Mas Ngabehi Danukromo sebagai Bupati pertama. Bupati ini pulalah yang kemudian merintis berdirinya Kota Magelang dengan membangun Alun - alun, bangunan tempat tinggal Bupati serta sebuah masjid. Dalam perkembangan selanjutnya dipilihlah Magelang sebagai Ibukota Karesidenan Kedu pada tahun 1818.

Setelah pemerintah Inggris ditaklukkan oleh Belanda, kedudukan Magelang semakin kuat. Oleh pemerintah Belanda, kota ini dijadikan pusat lalu lintas perekonomian. Selain itu karena letaknya yang strategis, udaranya yang nyaman serta pemandangannya yang indah Magelang kemudian dijadikan Kota Militer: Pemerintah Belanda terus melengkapi sarana dan prasarana perkotaan. Menara air minum dibangun di tengah-tengah kota pada tahun 1918, perusahaan listrik mulai beroperasi tahun 1927, dan jalan - jalan arteri diperkeras dan diaspal.

1. Palembang 17 Juni 683 M



Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan.

Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 682 Masehi, menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East("Venesia dari Timur").


Tuesday, July 3, 2012

Pedosfer (Tanah)



  • Pengertian Pedosfer (Tanah)
Pengertian tanah menurut Sitalana Asyah (1989) adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat, cair dan gas yang mempunyai sifat serta perilaku yang dinamis. Tanah berasal dari hasil pelapukan bahan anorganik(batuan) dan bahan oraganik(sisa tumbuhan dan binatang). Pelapukan itu terjadi karena panas matahari, hujan, dan angin. Selain itu pelapukan juga dapat terjadi karena meleburnya batu-batuan oleh panas yang terjadi didalam litosfer.
  • Proses Terbentuknya Tanah
Pada dasarnya tanah berasal dari batuan atau zat anorganik yang mengalami pelapukan. Berubahnya batuan menjadi butiran-butiran tanah disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
  1. pemanasan matahari pada siang hari dan pendinginan pada malam hari
  2. pemadatan dan tekanan pada sisa-sisa zat organik akan mempercepat terbentuknya batuan
  3. batuan yang sudah retak dan proses pelapukan yang dipercepat oleh air
  4. binatang-binatang kecil seperti cacing tanah, rayap, dan sebagainya yang membuat lubang dan mengeluarkan zat-zat yang dapat menghancurkan batuan
  5. akar tumbuh-tumbuhan dapat menerobos dan memecah batu-batuan menjadi hancur menjadi butiran-butiran tanah.
Pelapukan yang terjadi pada  batuan atau sisa-sisa jasad kehidupan pada proses terbentuknya tanah dapat berlangsung secara tiga macam sebagai berikut:
  1. Khemik atau kimiawi, yaitu pelapukan yang disebabkan oleh pengaruh bahan kimia yang larut dalam air. Adanya reaksi kimia pada zat yang terkandung dalam air menyebabkan batuan mengalami penghancuran.
  2. Fisika atau mekanis, yaitu pelapukan yang disebabkan oleh faktor perubahan cuaca yaitu peristiwa pemanasan pada siang hari dan pendinginan pada malam hari, sehingga lambat laun batuan mengalami penghancuran.
  3. Organik atau biologis, yaitu pelapukan yang disebabkan karena adanya tumbuhan yang hidup diatas batuan, misalnya lumut. Batuan yang ditumbuhi lumut lama kelamaan akan mengalami pelapukan, sehingga hancur dan menjadi butir-butir tanah.
  • Komposisi Tanah
Tanah merupakan kumpulan benda-benda alam yang berada dipermukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, dan terdiri atas bahan mineral, bahan organik, air, dan udara. Perubahan jumlah terhadap salah satu bahan akan mempengaruhi jumlah bahan lain. Bahan organik dan anorganik adalah komposisi padat, sedangkan udara dan air mengisi pori-pori tanah.
Tanah terdiri atas empat komponen, yaitu: mineral (45%), bahan organik (5%), air (20-30%), dan udara (20-30%). Di Indonesia terdapat bermacam-macam jenis tanah. Perbedaan jenis tanah di Indonesia disebabkan oleh:
  1. penyinaran matahari yang berbeda
  2. ada tidaknya tumbuhan penutup tanah
  3. relief, hal ini menyebabkan terdapatnya perbedaan variasi iklim meskipun didaerah yang sama
  4. curah hujan yang berbeda-beda
  • Berdasarkan bahan induk dan proses perubahan yang disebabkan oleh tenaga oksigen, tanah di Indonesia dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
  1. Tanah podzolik merah kuning ialah tanah yang terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kuarsa pada iklim basah dengan curah hujan 2.500 - 3500 mm/tahun. Jenis tanah ini banyak terdapat dipegunungan, seperi Nusa Tenggara.
  2. Tanah organosol ialah tanah yang terjadi dari bahan induk organik seperti gambut dalam rumput rawa pada iklim basah dengan curah hujan lebih dari 2.500 mm/tahun. Sebagian besar tanah jenis ini masih tertutup hutan rawa gambut dan rumput rawa.
  3. Tanah aluvial ialah tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa melalui sungai. Tanah ini subur, baik untuk pertanian.
  4. Tanah kapur ialah tanah yang berasal dari batuan kapur yang umumnya terdapat didaerah pegunungan berumur tua.
  5. Tanah vulkanis ialah tanah yang berasal dari pelapukan batu-batuan vulkanis, baik dari lava, batu yang telah membeku maupun dari abu vulkanis yang telah membeku.
  6. Tanah pasir ialah tanah yang berasal dari pasir yang telah melapuk. Tanah ini sangat miskin dan kadar airnya sangat sedikit.
  7. Tanah humus (bunga tanah) ialah tanah yang terjadi dari tumbuh-tumbuhan yang telah membusuk. Tanah ini sangat subur dan berwarna hitam.
  8. Tanah laterit ialah tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium.

Monday, July 2, 2012

Proses Masuk dan Perkembangan Islam di Indonesia


  • Masuknya Islam ke Indonesia
Agama Islam berasal dari tanah Arab dan dari tanah Arab berkembanglah agama Islam kemana-mana, diantaranya ke Gujarat (India) dan Persia. Demikian pula berangsur-angsur meluas kearah timur hingga Semenanjung Malaka.
Mengenai masuknya Islam ke Indonesia tidak diketahui secara pasti. Berikut beberapa sumber sejarah yang menjadi bukti masuknya Islam ke Indonesia.

  1. Perkampungan Islam yang terdapat disekitar Selat Malaka pada abad ke-7 dan ke-8
  2. Batu bersurat pada sebuah makam seorang wanita muslim di Leran Gersik Jawa TImur, atas nama Fatimah binti Ma'imun, berangka tahun 475 H (1082 M)
  3. Catatan kisah perjalanan Marcopollo (Musafir Venesia) yang singgah di Perlak Aceh Utara tahun 1292 M
  4. Batu nisan makam Sultan Malik al-Saleh, raja Samodra Pasai yang berangka tahun 1345 M
  • Pembawa Islam ke Indonesia
Pembawa Islam ke Indonesia terutama para pedagang dari Gujarat (India), Arab dan Persia. Sedangkan pusat perdagangan yang berperan penting dalam penyebaran Islam ke Indonesia ialah bandar (pelabuhan) Malaka.
Sejak abad ke-15 kota Malaka tumbuh sebagai pusat perdagangan dan pusat penyebaran Islam di Asia Tenggara.
Sementara itu proses perkembangan agama Islam di Indonesia semakin cepat meluas setelah Malaka direbut Portugis pada tahun 1511 seperti yang ditulis Tome Pires dalam karyanya Suma Oriental.
Semakin lama semakin banyak pedagang asing yang melewati perairan Nusantara. Pelayaran di Indonesia semakin ramai sehingga tumbuh badar-bandar dibeberapa pulau di Indonesia, misalnya di Aceh, Palembang, Cirebon, Jepara, Tuban, Banjarmasin, Ternate dan Tidore. Semakin banyak bandar di Indonesia, perkembangan Islam ditanah air semakin lancar.

  • Faktor Pendukung Islam Cepat Berkembang di Indonesia
Beberapa hal menyebabkan agama Islam terus berkembang pesat di Indonesia diantaranya sebagai berikut:
1. Adanya perkawinan antara pedagang Arab, Persia, dan Gujarat dengan penduduk Indonesia.
2. Adanya sistem pendidikan pondok pesantren
3. Gigihnya para da'i atau mubaligh dalam menyebarluaskan Islam
4. Metode penyampaiannya mengena dihati masyarakat, sebab disesuikan dengan latar belakang kebudayaan yang dimiliki, misalnya:
     a. Wayang kulit
     b. seni bangunan, dan
     c. seni karawitan/seni gamelan
Ajaran sederhana, mudah dimengeri dan diterima. Syarat memeluk Islam mudah, yaitu dengan mengucapkan Kalimat Syahadat. Didalam agama Islam tidak mengenal sistem kasta. Upacara keagamaan cukup sederhana, tidak memerlukan banyak biaya. Seiring surutnya kerajaan Sriwijaya dan Majapahit memungkinkan tersebarnya agama Islam.

  • Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia
  1. Melalui Perdagangan
  2. Melalui Perkawinan
  3. Melalui Pendidikan (Pondok Pesantren)
  4. Melalui Dakwah
  5. Melalui akulturasi maupun asimilasi kebudayaan
  • Penerima Agama  Islam di Indonesia
  1. Para Bangsawan dan raja-raja didaerah pantai
  2. Para Pedagang
  3. Masyarakat Luas

Sunday, July 1, 2012

E-Commerce


  • PENGERTIAN
E-Commerce atau Electronic Commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (Consumers), manufaktur, service providers dan perdagangan perantara(Intermmediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (Computer Networks), yaitu E-Commerce sudah meliputi seluruh spektrum kegiatan komersial. E-Commerce merupakan bidang yang Multidisplinary Field yang mencakup bidang-bidang teknik seperti jaringan dan telekomunikasi, pengamanan, penyimpanan dan pengambilan data (retrieval) dari multimedia bidang bisnis seperti marketing, penjualan dan pembelian (Procurement and Purchasing), juga penagihan dan pembayaran (Billing and Payment), manajement jaringan distribusi (Suplay Chain Management) dan aspek-aspek hukum seperti keterangan atau identitas pribadi (Information Privacy), hak milik intelektual (Intelectual Property Right), Perpajakan (Texation), Pembuatan Perjanjian (To Made Agreement) dan Penyelesaian hukum lainnya (Legal Settlement).

  • HUKUM E-COMMERCE DI INDONESIA
Beberapa perangkat peraturan hukum yang erat hubungannya dan merupakan pilar/pondasi dari hukum ciber, khususnya hukum E-Commerce, sebagai berikut:

  1. Undang-undang tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha Hak Sehat no. 5 tahun 1999. Didalam undang-undang ini perlu beberapa hal yang penting yakni penggunaan situs internet.
  2. Undang-undang perlindungan konsumen no. 8 tahun 1999. Dalam undang-undang ini terdapat beberapa hak dasar yang harus diperhatikan oleh pihak dalam perlindungan konsumen yang harus ditakuti oleh para pengusaha E-Bussines, hak-hak dasar tersebut yaitu:
  • Hak untuk didengar
  • Hak untuk mendapatkan informasi yang benar atas barang yang diproduksi
  • Hak untuk memperoleh ganti rugi atas barang yang dikonsumsi yang tidak sesuai dengan yang diberitahukan dimuka.
  • Hak untuk memperoleh perlakuan yang sama
Sebagai perbandingan dapat dilihat dan beberapa perauran dalam hal perlindungan bagi pihak-pihak yang akan terlibat didalam suatu transaksi E-Commerce.

  • Unfair COntact Termes Act (CAP 396) UCTA
Didalam UCTA ini dapat ditegaskan bahwa suatu kontrak bagi konsumen, ialah:
  1. Kontrak yang dibuat konsumen itu tidak merupakan kontrak untuk kepentingan bisnis
  2. pihak lain yang terlibat didalam kontrak bukan pula pihak diri didalam urusan bisnis
  3. barang yang terkait didalam kontrak konsumen ini bukan merupakan barang yang umumnya digunakan untuk konsumsi pribadi
  • Sale of Goods ACT
Didalam peraturan ini diberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk kontrak:
  1. Penjual memiliki hak untuk menjual barang dimana barang tersebut harus terlepas dari sengketa apapun dan pembeli dapat menikmati yang baik
  2. Jika barang yang dijual tersebut berdasarkan persyaratan tertentu, maka barang tersebut harus dipastikan memenuhi persyaratan
  3. barang-barang yang diperdagangkan harus berada dalam kondisi yang baik
  4. Barang-barang yang diperjual belikan haruslah cocok untuk tujuan pembelian
  5. Barang yang dijual harus sama dengan sampai yang diberikan sebelumnya
  • Instanfaneos Communication
Didalam E-Commerce, berkomunikasi dengan server menggunakan program yang membuat offer, dapat dianggap sebagai hubungan FACE TO FACE. Hal ini menjadi standar dari E-Commerce. Biasanya dalam hal ini umumnya melalui website, suatu konfirmasi penerimaan ataupun pemilihan dapat langsung diterima beberapa saat pada waktu itu.
  • EDI (Electronic Data Interchange)
Merupakan suatu bentuk paling maju dalam Cyber Contactin. Sekarang ini biasanya EDI digunakan dalam Partner Trading sebelumnya. Suatu jawaban yang menolak suatu offer dapat diterima suatu Counter Offer (Tawaran Balasan) dikirim kembali lagi, hal ini akan berlangsung terus hingga suatu kontrak dicapai atau hingga sistem itu sendiri menghentikan proses transaksi.

REMEDIES DALAM CYBER CONTRACT
Ada tiga bentuk Remedies, yaitu:
  • Expectation Damages
Umumnya dalam pengajuan gugatan, pihak yang dimenangkan berhak memperoleh sejumlah uang dari pihak yang kalah. Dalam hal ini Expectation Damages diartikan dalam suatu imbalan atas kerugian atas yang diderita dari adanya pelanggaran kontrrak.
  • Reliance Damages
Ialah hadiah uang yang diberikan kembali kepada penggugat atas pengeluaran yang dikeluarkannya
  • Specific Reformance
Ialah suatu hadiah atas perstasi yang dilakukan  oleh Defendent untuk melakukan tujuan dari suatu kontrak. Hal ini kurang digunakan dalam kontrak untuk melakukan suatu jasa karena akan melanggar kepentingan publik

CYBERSPACE LITIGATION
Cukup banyak inisiatif untuk melakukan kontrak dalam Cyberspace, salah satunya
UNICITRAL=United Nations On International Trade Law
Yaitu:
  1. Digital Signature (Tanda Tangan Digital)
  2. Capiage of Goods Contract (Kontrak Pengangkutan Barang-barang)

GOVERMENT AS A MADE USER
Ini adalah suatu cara untuk memastikan pemerintah ikut serta dalam pasar dan membutuhkan proses ini yakni dengan menjadikan pemerintah sebagai salah satu pengguna untuk menciptakan suatu infrastruktur E-Commerce.
Departement membutuhkan dari pemerintah yang standar untuk kebutuhan komunikasi, info dan hukum. Hal ini juga berpengaruh pada sektor private.

DIGITAL SIGNATURE
Adalah transformasi dari suatu pesan yang menggunakan A Symmetric Cryptosystem seperti bahwa seseorang memiliki pesan awal dan penanda tanganan dari public key secara akurat. Dan ini dapat menentukan:
  1. Apakah transformasi pesan tersebut dilakukan dengan menggunakan kunci pribadi (Private Key) yang cocok dengan Public Key secara akurat dari si penanda tangan
  2. Apakah pesan telah diubah sejak pemilihan dilakukan