Sunday, February 12, 2017

Dua Lautan yang Tak Menyatu

Baru dapat kiriman gambar di Facebook. Dia sudah lama ingin gambar tersebut, dan baru kali ini baru bisa dimiliki. Dan tak lupa dia mengutip kitab suci Al-Qur'an dalam postingannya yang memang sangat sesuai dengan fenomena alam tersebut. 
Dia membiarkan dua lautan mengalir yg keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yg tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yg kamu dustakan?" (Q.S. Ar-Rahman:19-21)
"Dan Dialah yg membiarkan 2 laut yg mengalir (berdampingan); yg ini tawar lagi segar & yg lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yg menghalangi" (QS. 25:53)
Dua lautan yg tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yg memisahkan benua Afrika & Eropa, tepatnya antara negera Moroko & Spanyol.

Lalu bagaimana fenomena alam itu menurut ilmu pengetahuan?
Secara ilmiah, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah karena kandungan dari air laut keduanya berbeda. Seperti air dan minyak. Begitu pula dengan air laut tersebut, keduanya memiliki kandungan yang berbeda satu dengan yang lain, seperti kepadatan, suhu, salinitas (tingkat kadar garam). 


Saturday, February 11, 2017

Pengertian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu wilayahatauregional dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi (BPS, 2015).

Friday, February 10, 2017

Meredam Kemarahan Pasukan Siliwangi


Mayor Mokoginta melaporkan kepada Panglima Besar Jenderal Sudirman, ketika pasukan Siliwangi sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta, 12 Februari 1948. Foto : arsip.jatengprov.go.id.

Pasukan Siliwangi yang Hijrah dari Jawa Barat sebagian menggunakan kereta api, didalamnya terdapat juga perusuh yang melakukan provokasi dengan menembaki tiang-tiang telepon dan telegram ketika kereta berjalan.

Hal ini juga disebabkan kekecewaan para prajurit Siliwangi karena mereka dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka, Hijrah.

Wednesday, February 8, 2017

Hasan "Si Gila" - Catatan Ibnu Bathuthah


Ini catatan Ibnu Bathuthah selama Perjalanannya keliling dunia. Dan ini catatan sewaktu beliau mengunjungi Makkah.

Selama aku di Makkah, aku sempat bertemu dengan Hasan Al-Maghribi, "Si Gila". Kelakuannya aneh. Sebelumnya, ia adalah manusia yang waras akalnya. Ia bekerja sebagai abdi seorang wali Allah yang bernama Najmuddin Al-Ashabahi.
Diceritakan, Hasan "Si Gila" adalah orang yang rajin melaksanakan thawaf.
Pada suatu malam, saat tengah melaksanakan thawaf, ia melihat seorang fakir yang banyak melakukan thawaf. Sementara disiang hari ia tidak melihat orang fakir itu.

Sunday, September 11, 2016

Pembentukan Organisasi Militer dan Semimiliter oleh Jepang

Sejak tahun 1943, dalam Perang Pasifik Jepang mulai terdesak. Oleh karena itu, Jepang memanfaatkan para pemuda Indonesia untuk melakukan persiapan menghadapi serbuan tentara sekutu. Adapun usaha-usaha yang dilakukan Jepang adalah membentuk beberapa kesatuan semi militer dari rakyat. Kesatuan-kesatuan tersebut diantaranya:
  • Seinendan (Barisan Pemuda);

Seinendan dibentuk pada tanggal 9 Maret 1943 sifatnya semi militer, anggotanya terdiri dari pemuda berumur 14 tahun sampai 22 tahun. Organisasi ini dipersiapkan untuk mempertahankan daerah masing-masing dan tokohnya yaitu Latief Hendraningrat.
  • Keibodan SBarisan Pembantu Polisi);

Keibodan dibentuk pada tanggal 29 April 1943. Anggotanya para pemuda berusia 23-25 tahun. Di Sumatera, kesatuan ini disebut Bogodan, di Kalimantan disebut Borneo Kokan Hokokudan. Kaibodan diawasi langsung oleh departeman kepolisian Jepang (Keimubu) agar tidak terpengaruh oleh gerakan nasionalisme Indonesia.
  • Fujinkai (Himpunan Wanita);

Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri dari para wanita berumur 15 tahun keatas.
  • Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa);

Jawa Hokokai dinyatakan sebagai oraganisasi resmi pemerintah dan langsung di bawah pengawasan pejabat-pejabat Jepang. Tujuannya untuk  menggerakkan rakyat agar berbakti sepenuhnya kepada Jepang demi tercapainya kemenangan Perang Asia Timur Raya.
  • Syuisintai (Barisan Pelopor);

Syuisintai dibentuk pada tanggal 14 September 1944 dan baru diresmikan pada tanggal 25 September 1944. Syuisintai merupakan bagian dari Jawa Hokokai. Tujuan dibentuknya kesatuan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan rakyat. Pimpinan kesatuan ini diserahkan kepada tokoh nasionalis seperti Ir. Soekarno dan dibantu oleh R.P Soeroso, Otto Iskandardinata, dan dr. Buntaran Martoatmodjo.
  • Hizbullah (Kekauatan cadangan Jepang dari pemuda Islam);

dibentuk pada tanggal 15 Desember 1944. Tujuannya adalah menggiatkan usaha untuk kepentingan perang, membela agama dan umat Islam. Hizbullah dipimpin oleh KH Zainal Arifin dan wakilnya Muhammad Roem.

Kesatuan-kesatuan tersebut diatas merupakan cadangan untuk menghadapi serbuan sekutu (sifatnya semi militer). Untuk itu, Jepang membentuk kesatuan-kesatuan militer resmi, seperti:
  • Heiho (pembantu prajurit Jepang);

Heiho merupakan pasukan Jepang dari penduduk pribumi yang dibentuk pada bulan Oktober 1943. Heiho dianggap sebagai bagian dari angkatan perang Jepang dan tentara dari Heiho harus ikut bertempur menghadapi tentara sekutu di beberapa medan pertempuran di luar negeri, seperti Malya, Birma, dan Kepulauan Solomon.
  • PETA (Pembela Tanah Air);

Peta dibentuk pada tanggal 10 Oktober 1943. Kesatuan Peta bertugas mempertahankan tanah air di Indonesia dari penjajahan bangsa barat. Para anggota PETA mendapat pendidikan militer dari Jepang yang dipimpin oleh Yanagawa.

Friday, September 9, 2016

Pemerasan Tenaga Manusia Indonesia oleh Jepang

Pemerasan tenaga manusia terjadi dimana-mana, tidak memandang golongan dalam masyarakkat, semua diperas untuk keperluan perang. Jepang menanamkan semangat Bushido (Jiwa Ksatria), disiplin, tidak rendah diri dengan membina melalui pendidikan dan latihan khusus. Misalnya Barisan Pemuda Asia Raya pada tanggal 11 Juni 1942 yang bertujuan untuk melakukan propaganda pro Jepang; San A Seiken Kunrensho yang diprakarsai oleh H. Shimizu, merupakan organisasi yang bertujuan untuk menampung pemuda yang sudah aktif di organisasi.
Dalam pengerahan tenaga manusia, Jepang telah melakukan:
--> Kerja paksa Romusha yaitu kerja paksa tanpa upah. Para pekerjanya berasal dari daerah pedesaan yang pada umumnya buta huruf. Jika ada yang berpendidikan, paling tinggi hanya tamatan SD. Adapun pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerja paksa (romusha) pada waktu itu diantanya:
  • Bekerja membangun proyek-proyek untuk kepentingan perang, seperti jalan raya, jembatan, palangan terbang, kubu-kubu peternakan, dan gua-gua persembunyian. Gua semacam itu masih ada. Antara lain di kaliurang (Yogyakarta).
  • Beribu-ribu orang dari daerah Jawa diperjakan dihutan-hutan luar Jawa. Bahkan, ada yang diperjakan diluar negeri seperti malaya, Birma, Thailand dan Indocina.
  • Kerja paksa Kinrohosi yaitu wajib kerja bagi tokoh masyarakat seperti pamong praja, pegawai rendahan dan tidak diberi upah.