Monday, April 15, 2013

Kondisi Indonesia pada Masa Perang Dunia


1. Kondisi Indonesia pada masa Perang Dunia I
Dengan berlangsungnya Perang Dunia I di Eropa, maka pengawasan politik Belanda terhadap Indonesia lebih longgar. Situasi ini dimanfaatkan oleh para tokoh bangsa untuk memperjuangkan nasib bangsa Indonesia dalam usaha mencapai kemerdekaan. Sehingga muncul peristiwa-peristiwa penting, yaitu:
  • Mendirikan oraganisasi pergerakan nasional yang dipelopori oleh Budi Utomo (BU), yang kemudian dikuti dengan berdirinya oraganisasi pergerakan lainya yang bersifat radikal dan mederat.
  • Melancarkan proses secara radikal tentang kedudukan Indonesia terhadap pemerintah Belanda. Munculnya gerakan nasionalisme yang dipelopori PNI oleh Ir. Soekarno yang menyatakan keinginan Indonesia merdeka.
  • Berdirinya Dewan Rakyat/Volksraad pada 18 Mei 1918 oleh Gubernur Jendral Van Limburg Stirum, dimana fungsi dari Volksraad  adalah sebagai parlemen yang akan mengembangkan kebebasan dan mendorong ke arah penentuan nasib dan pemerintahan sediri.
  • Terjadinya perubahan undang-undang Desentralisasi pada tahun 1922 di Belanda. Di mana dalam UU tersebut menyebutkan bahwa Indonesia bukan lagi jajahan belanda tetapi bagian dari kerajaan Belanda yang berbentuk daerah otonom.
2. Kondisi Indonesia pada masa Perang Dunia II
Keadaan setelah PD I, Indonesia mengalami perkembangan yang baik dalam sektor perekonomian, sehingga perkembangan ekspor juga berkembang dengan baik. Akan tetapi keadaan tersebut tidak berlangsung terus-menerus, karena perekonomian Indonesia mengalami goncangan yang mengakibatkan ekonomi Indonesia mengalami krisis. Hal yang menyebabkan perekonomian Indonesia pada saat itu krisis diantaranya:
  1. Adanya krisis ekonomi tahun 1920-1921, yang menyebabkan turunnya ekspor Indonesia.
  2. Terjadinya krisis malaise/krisis ekonomi dunia pada tahun 1929-1930 yang mengakibatkan para pengusaha berusaha mempertahankan perusahaan dengan cara menekan biaya produksi dan mengurangi upah buruh.
  3. Adanya kebijakan pemerintah Indonesia melakukan devaluasi (pemotongan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing) pada tahun 1936.
Pada masa Perang Dunia II, pemerintah  Hindia Belanda tidak berdaya menghadapi serangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942, Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Di bawah pendudukan Jepang, rakyat Indonesia mengalami penderitaan. Baik sumber daya alam maupun tenaga manusia peras untuk kepentingan Jepang dalam usahanya melawan Sekutu. Oleh Jepang, rakyat Indonesia dilatih kemiliteran walaupun pada kenyataannya rakyat Indonesia memanfaatkan latihan militer guna melawan Jepang.
Setelah Jepang benar-benar menyerah kepada Sekutu, para pemimpin bangsa memanfaatkan situasi ini guna memprokalamasikan kemerdekaan. Walaupun Belanda yang membonceng tentara Sekutu berusaha kembali menguasai Indonesia, rakyat Indonesia berusaha mempertahankan kemerdekaan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1 komentar :

maksudnya pengawasan politik Belanda terhadap Indonesia lebih longgar itu apa ya ???

Post a Comment

Jika ada pertanyaan, link mati, dan ucapan terima kasih, silahkan isi di kotak komentar...

Jangan lupa laporkan Link mati di tiap postingan! Kami tidak sempat untuk melakukan pengecekan satu persatu.

Site Meter