Sunday, September 23, 2012

Peranan Tanah Bagi Kehidupan Manusia

Tanah ialah akumulasi tubuh-tubuh alam yang bebas menduduki sebagian besar permukaan bumi. Tanah mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat-sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad-jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan tertentu selama jangka waktu tertentu pula.
Tanah berperan penting bagi kehidupan manusia, antara lain:

  • Tempat tinggal dan tempat melakukan kegiatan
  • Tempat tumbuhnya vegetasi yang sangat berguna bagi kepentingan hidup manusia
  • Tempat mengandung bahab tambang atau bahan galian yang berguna bagi manusia
  • Tempat berkembangnya hewan yang sangat beguna bagi manusia
Lapisan tanah atas merupakan bagian yang optimum bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan. Keadaan tanah yang baik untuk habitat tumbuh-tumbuhan apabila mempunyai perbandingan komponen sebagai berikut: mineral 45%, bahan organik 5%, air antara 20%-30% dan udara tanah antara 20%-30%. Di permukaan bumi, lahan (tanah) mempunyai kemampuan yang berbeda-beda.
perbedaan tanah disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

  1. Tekstur dan kesuburan tanah
  2. Tekstur tanah menunjukkan proporsi relatif dari ukuran partikel-partikel tanah dalam suatu massa tanah, terutama perbandingan antara fraksi-fraksi pasir, debu, dan lempung. Beberapa faktor yang mempengaruhi tekstur tanah, yaitu komposisi mineral dan batuan(Bahan induk), sifat dan cepatnya proses pembentukan tanah lokal, serta umum relatif tanah. Dilihat dari kesuburannya tanah dibedakan menjadi empat, yaitu:
    1. Tanah muda, zat makanan yang terkandung didalamnya belum banyak sehingga tidak subur.
    2. Tanah dewasa, zat makanan yang terkandung didalamnya sangat banyak sehingga tanah ini sangat subur.
    3. Tanah tua, zat makanan yang terkandung di dalamnya sudah berkurang
    4. Tanah sangat tua, zat makanan yang terkandung didalamnya sangat sedikit, bahkan hampir habis kesuburannya.
    Ciri-ciri tanah subur ialah:
    1. Tekstur dan struktur tanahnya baik, yaitu butir-butir tanahnya terlalu besar dan terlalu kecil
    2. Banyak mengandung garam yang berguna untuk makanan tumbuhan
    3. Banyak mengandung air untuk melarutkan garam-garaman
  3. Permeabilitas tanah
  4. Permeabilitas tanah ialah cepat atau lambatnya air meresap ke dalam tanah melalui pori-pori tanah, baik ke arah horizontal maupun ke arah vertikal.
  5. Ketebalan (Solum tanah)
  6. Ketebalan atau solum tanah ialah ketebalan tanah yang menunjukkan berapa tebal tanah diukur dari permukaan sampai batu induk
  7. Kemiringan lereng
  8. Kemiringan lereng ialah kemiringan suatu lahan terhadap bidang horizontal
  9. Tingkat erosi
  10. Menyangkut banyaknya partikel-partikel tanah yang berpindah-pindah. Semakin tinggi tingkat erosi, tanah permukaannya semakin tidak subur dan tidak cocok untuk pertanian.
  11. Pengaturan tanah (drainage) suatu lahan
  12. Pengaturan air berpengaruh terhadap kondisi kesuburan tanah. Jika pengaturan air jelek maka tanah akan tergenang bagian permukaannya.
Tidak semua tanah (lahan) dipermukaan bumi dapat dimanfaatkan langsung oleh manusia karena terdapat kendala-kendala, seperti lahan yang tertutup es yang tebal, tanah yang gersang tentu yang secara kualitatif sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia yang disebut lahan potensial
Lahan potensial yang ada di permukaan bumi dapat dimanfaatkan, antara lain:
  1. Untuk pertanian.
  2. Untuk lokasi perindustrian dan sebagainya
Adapun berdasarkan tingkat kecocokan pola penggunaan lahan atau kelas kemampuan lahan, lahan dikelompokkan dalam delapan kelas. Secara terperinci kelas-kelas kemampuan lahan dapat dideskripsikan sebagai berikut:
  1. Kelas I
  2. Lahan dengan ciri tanah datar, butiran tanah agak halus, mudah diolah, sangat responsif terhadap penumpukan, dan memiliki sistem pengairan air yang baik dan cocok untuk semua jenis pertanian.
  3. Kelas II
  4. Lahan dengan ciri lereng landai, butiran tanahnya halus sampai agak kasar, agak peka terhadap erosi. Tanah ini sesuai untuk usaha pertanian, seperti pengolahan tanah berdasarkan garis ketinggian dan penggunaan pupuk hijau.
  5. Kelas III
  6. Lahan dengan ciri tanah terletak di daerah yang agak miring dengan sisitem pengairan air yang kurang baik. Tanah kelas ini sesuai untuk segala sejin usaha pertanian dengan tingkat pengawetan tanah yang khusus, seperti pembuatan terasering, pergiliran tanaman, dan pemupukan.
  7. Kelas IV
  8. Lahan dengan ciri tanah terletak pada wilayah yang miring sekitar 15% - 30% dengan sistem pengairan yang buruk. Tanah ini masih dapat dijadikan lahan pertanian dengan tingkat pengawetan tanah lebih khusus.
  9. Kelas V
  10. Lahan dengan ciri terletak di wilayah yang datar atau cekung namun permukaannya banyak mengandung batu dan tanah liat. Tanah ini cocok untuk dijadikan lahan pertanian tetapi lebih sesuai untuk ditanami rumput.
  11. Kelas VI
  12. Lahan dengan ciri ketebalan tanahnya tipis dan terletak di daerah yang agak curam dengan kemiringan lahan sekitar 30% - 45%. Tanah ini mudah sekali tererosi sehingga lahan ini lebih sesuai untuk padang rumput atau dihutankan.
  13. Kelas VII
  14. Lahan dengan ciri terletak di daerah dengan kemiringan antara 45% - 65% dan tanahnya sudah mengalami erosi berat. Tanah ini sama sekali tidak sesuai untuk lahan pertanian, namun lebih sesuai ditanami tanaman tahunan (Keras).
  15. Kelas VIII
  16. Lahan dengan ciri terletak di daerah dengan kemiringan di atas 65% . Butiran tanah kasar dan mudah lepas dari induknya. Tanah ini sangat rawan terhadap kerusakan karena itu secara alamiah dibiarkan atau dibuat cagar alam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar :

Post a Comment

Jika ada pertanyaan, link mati, dan ucapan terima kasih, silahkan isi di kotak komentar...

Jangan lupa laporkan Link mati di tiap postingan! Kami tidak sempat untuk melakukan pengecekan satu persatu.

Site Meter